Selasa, 17 Oktober 2017

Program beasiswa Pemprov Jambi tunggu verifikasi penerima

id berita jambi terkini, sekda, beasiswa, Program beasiswa Pemprov Jambi tunggu verifikasi penerima
......Insya Allah akhir bulan ini sudah selesai dan sudah bisa diumumkan hasilnya......
Jambi, Antarajambi.com - Program beasiswa prestasi untuk jenjang S1, S2, S3 dan dokter spesialis yang diluncurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi hingga kini masih menunggu verifikasi data penerima dan dijadwalkan selesai pada akhir Oktober 2017.

"Insya Allah akhir bulan ini sudah selesai dan sudah bisa diumumkan hasilnya," kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Erwan Malik di Jambi, Rabu.

Sesuai jadwal, seharusnya verifikasi ini sudah selesai akhir September lalu. Namun menurut Erwan tim hingga saat ini masih bekerja untuk melakukan verifikasi tersebut.

Erwan juga belum bisa memberi gambaran berapa banyak peserta yang mendaftar, termasuk berapa banyak yang lulus nantinya. Sebab teknis masalah ini langsung dinaungi Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi.

Beasiswa dari Pemprov ini telah dilaunching sejak 16 Agustus 2017, saat itu juga langsung dibuka pendaftaran calon penerima beasiswa hingga 16 September. Dan sesuai jadwal tim seharusnya sudah menyelesaikan verifikasi data pendaftar online terhitung 23 September lalu.

Sementara itu, Ketua Panitia Beasiswa Prestasi Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Amri Daiman mengatakan hasil seleksi bahan itu masih diproses. Saat ini pihaknya belum bisa memastikan kapan hasil itu diumumkan.

"Kita masih menunggu hasil rapat evaluasi Kadis Pendidikan dan tim seleksi beasiswa," katanya.

Sejauh ini, lanjutnya, pendaftar beasiswa yang sudah masuk cukup banyak, tetapi tetap harus diseleksi karena kuota terbatas.

Untuk beasiswa S1 katanya sudah ada 4.308 pendaftar sementara kuota yang tersedia hanya 300. Kemudian S2 jumlah pendaftar mencapai 1.186 orang sementara kuota yang tersedia tahun ini hanya untuk 110 orang.

Selanjutnya S3 jumlah pendaftar sebanyak 178 orang dan kuotanya untuk 50 orang. Sementara untuk dokter spesialis jumlah pendaftar 42 orang dan kuotanya hanya 27 orang, kata Amri menambahkan.


Editor: Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga