Minggu, 24 September 2017

250 hektare karst di Jambi diusulkan konservasi

id berita jambi terkini, 250 hektare karst, konservasi, bukit bulan, sarolangun,
Jambi, Antarajambi.com - Seluas 250 hektare kawasan ekosistem karst Bukit Bulan yang berlokasi di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi akan diusulkan sebagai kawasan yang dilindungi/konservasi atau kawasan bentang alam karst (KBAK).

"Sangat perlu untuk dijadikan sebagai kawasan yang dilindungi, karena kawasan karst itu mempunyai struktur geologi yang unik sehingga perlu dilestarikan," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi Karel Ibnu Suratno di Jambi, Minggu.

Dalam proses pengajuan itu kata dia, pihaknya telah melengkapi sejumlah dokumen persyaratan yang dilampirkan adanya beberapa kajian geologi yang telah dilakukan di kawasan karst tersebut.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 17 Tahun 2012 tentang Penetapan Bentang Alam Karst. Maka kunci pengajuan itu ada di tangan kepala daerah dalam hal ini gubernur.

"Untuk proses pengajuan KBAK itu nantinya yang mengajukan itu harus langsung oleh Gubernur Jambi ke Menteri ESDM," katanya menjelaskan.

Kawasan ekosistem karst di Bukit Bulan itu mempunyai komponen geologi yang unik dan menyimpan nilai ilmiah itu perlu dilestarikan dan dilindungi keberadannya untuk mencegah kerusakan ekosistem.

Kawasan ekosistem karst memiliki keunikan baik secara fisik, maupun dalam aspek keanekaragaman hayati dan ekosistem. Dimana di Bukit Bulan ada wilayah-wilayah yang karst-nya masih aktif, yaitu ada karst endoterm dan eksoterm.

Kawasan ekosistem karst yang akan diusulkan sebagai kawasan lindung tersebut juga terdapat "goa calo petak" yang di dalamnya terdapat sungai bawah tanah.

"Jika sudah ditetapkan menjadi kawasan lindung maka nanti tujuannya untuk kegiatan edukasi, penelitian dibidang geologi, budaya dan ekowisata," kata Karel.

Selain itu di kawasan Bukit Bulan itu juga terdapat potensi penyusunan batu gamping yang merupakan jenis batuan sebagai bahan baku semen seluas 1.500 hektare yang juga diusulkan untuk menjadi kawasan budidaya dan produksi.

Karena pada salah satu kawasan itu ada potensi batuan gamping, sehingga ada juga untuk kawasan produksi. Dan pabrik semen PT Semen Baturaja (Persero) yang akan memproduksi batu gamping itu.

"PT Semen Batu Raja masih dalam tahap kajian kelayakan dalam proses pengajuan perizinan dan yang lain-lain" katanya mambahkan.


Editor: Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga